Selasa, 09 Juli 2013

Implementasi Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja ( SMK3 ) Sesuai PP 50 TAHUN 2012

Globalisasi perdagangan  saat  ini  memberikan  dampak  persaingan sangat ketat dalam segala aspek, salah satunya pada sektor indutri. Meningkatnya daya saing usaha pada sektor industri tentunya mempunyai korelasi yang sangat erat dengan pekerja, Banyak Industri yang prosesnya berdampak negative terhadap kesehatan dan keselamatan pekerjanya, seperti industry bahan kimia, Jasa Konstruksi, Plastik, Besi baja, dsd. Sejalan dengan hal ini maka semua bisnis usaha  yang berdampak bagi pekerjanya wajib mempunyai sistem manajemen Kesehatan dan keselamatan kerja sebagai jaminan perlindungan Kesehatan dan keselamatan bagi para pekerjanya. Sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau biasa disebut dengan SMK3 adalah bagian dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.



Sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja disusun secara terencana, terukur, terstruktur, dan terintegrasi guna menjamin terciptanya suatu sistem keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja  dengan melibatkan unsur manajemen & pekerja dalam  rangka mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja  dan  penyakit akibat kerja serta terciptanya tempat kerja yang nyaman, efisien dan produktif. Penerapan keselamatan  dan  kesehatan  kerja  melalui  SMK3  telah berkembang di berbagai negara baik melalui pedoman maupun standar. Untuk memberikan keseragaman bagi setiap perusahaan dalam menerapkan Sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja - SMK3 pada tahun 2012 kemarin pemerintah mengeluarkan Peraturan yang tertuang dalam PP No. 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja - SMK3.

Tujuan Penerapan  Sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja - SMK3 :
-               Meningkatkan efektifitas perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja yang terencana, terukur, terstruktur, dan terintegrasi.
-               Mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dengan melibatkan unsur manajemen, pekerja/buruh, dan/atau serikat pekerja/serikat buruh
-               Menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman, dan efisien untuk mendorong produktivitas

Manfaat Penerapan Sistem manajemen K3
-       Perlindungan karyawan
      Tujuan inti penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja atau  K3 adalah memberi perlindungan kepada pekerja. Bagaimanapun, pekerja adalah asset perusahaan yang harus dipelihara dan dijaga keselamatannya. Pengaruh positif terbesar yang dapat diraih adalah mengurangi angka kecelakaan kerja.

-        Mengurangi biaya
        Dengan menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja atau  K3, kita dapat mencegah  terjadinya kecelakaan, kerusakan atau sakit akibat kerja. Dengan demikian kita tidak perlu mengeluarkan biaya yang ditimbulkan akibat kejadian tesebut.Salah satu biaya yang dapat dikurangi dengan penerapan sistem manajemen  K3 adalah biaya premi asuransi.

-        Membuat sistem manajemen yang efektif
      Salah satu bentuk nyata yang bisa kita lihat dari penerapan  sistem manajemen  K3 adalah adanya prosedur  terdokumentasi. Dengan adanya prosedur, maka segala  aktivitas dan kegiatan yang terjadi akan terorganisir, terarah dan berada dalam koridor yang teratur. Rekaman-rekaman  sebagai bukti penerapan sistem disimpan untuk memudahkan pembuktian dan identifikasi akar masalah ketidak sesuaian.

Sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja - SMK3 WAJIB diterapkan pada setiap perusahaan yang mempekerjakan karyawan/ buruh paling sedikit 100 orang serta mempunyai tingkat potensi bahaya tinggi, Hal ini berdasarkan ketentuan PP No. 50 Tahun 2012 Pasal 5. sedangkan penerapan manajemen  SMK3  dilakukan  berdasarkan  kebijakan nasional tentang SMK3 yang meliputi :
-               Penetapan Kebijakan SMK3
-               Perencanaan  K3
-               Pelaksanaan Rencana manajemen  K3
-               Pemantauan & Evaluasi Kinerja manajemen K3
-               Peninjauan & Peningkatan kinerja SMK3

Dalam Menetapkan dan menyusun kebijakan SMK3, yang perlu perusahaan minimal lakukan adalah :
1.      Melakukan tinjauan awal manajemen K3 diperusahaannya  terlebih dahulu dengan cara :
         -     Mengidentifikasi potensi bahaya, penilaian dan pengendalian risiko
         -     Perbandingan penerapan manajemen  K3 dengan perusahaan dan sektor lain yang lebih baik
         -     Peninjauan     sebab   akibat   kejadian yang membahayakan
       -     Kompensasi  dan  gangguan serta  hasil penilaian sebelumnya yang berkaitan dengan keselamatan
         -     Penilaian efisiensi dan efektivitas sumber daya yang disediakan

2.      Memperhatikan  peningkatan  kinerja  manajemen  K3 secara terus-menerus dan memperhatikan pula masukan – masukan dari para pekerja/buruh


Semua kebijakan yang sudah disusun dan ditetapkan wajib untuk di distribusikan ke seluruh departeman terkait dan di distribusikan kepada semua pekerja / buruh yang ada dalam perusahaan, hal ini bertujuan agar semua pekerja paham dan mengerti apa saja kebijakan – kebijakan yang dibuat oleh manajemen terkait dengan sistem manajemen  K3
B E R S A M B U N G ...............!!

Semoga Bermanfaat

0 komentar:

Posting Komentar

Our Client